Membenarkan Diri Sendiri dengan Cara Menyalahkan yang Lain

Manusia cenderung merasa berangsur baik ketika menyalahkan sesuatu di luarnya atas nasib apes yang dia alami sendiri.

Sebab itulah berlahiran imajinasi tentang iblis, setan, PKI, komunisme, konspirasi Yahudi, agenda zionis, Cina, dan sebagainya, dan seterusnya.

Pokoknya yang salah pasti pihak lain. Pokoknya kesialan yang menimpa dia pasti ada biang keroknya. Entah itu disebut dalang, entah itu dinamakan aktor intelektual.

Maka jangan heran ada sekelompok orang secara membabi buta membenci komunisme meski cuma bermodalkan informasi dari tetangga. Atau ada orang menganggap kehancuran dunia di sana-sini disebabkan oleh kedigdayaan bangsa Yahudi. Segala kekufuran yang melanda hidupnya dia katakan itu bagian dari agenda Zionis.

Ada pun orang yang takkuat menahan syahwat sendiri lantas menjadi pemerkosa, begitu ketangkap basah warga, dia berdalih telah dihasut setan, sehingga tanpa sadar memerkosa kambing tetangga. Padahal apa yang dia lakukan sudah di luar SOP setan. Jauh lebih setan daripada setan.

Begitulah manusia. Makhluk bebal yang gemar menyangkali keniscayaan hidup yang ada, berikut enggan mengakui bahwa dia sendiri telah terlibat aktif menjadi penyebab atas nasib apes yang dialami sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *